Soa payung atau dalam bahasa inggris disebut frilled dragon adalah kadal yang memiliki jumbai di antara kepala dan lehernya. Jumbai yang dimilikinya akan mengembang ketika hewan ini menakut-nakuti predator yang akan memangsanya, disertai mulutnya yang terbuka lebar dan berwarna merah mudah cerah. Reptil yang memiliki nama latin Chlamydosaurus kingii ini disebut dengan nama soa payung mengacu pada keadaan fisik hewan ini. Hewan ini masih memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan bunglon.Jumbai yang dimiliki reptil ini berwarna oranye cerah dipadukan dengan corak berwarna kuning atau kemerahan. Soa payung dewasa dapat tumbuh hingga 1 meter dan ketika ia berjalan sering kali menggunakan keempat kakinya. Akan tetapi, ketika menakut-nakuti musuhnya dia akan mulai berlari dengan menggunakan kedua kakinya dan akan mempercepat langkahnya dengan menggunakan kaki belakang. Pada saat soa payung merasa terancam ia akan melarikan diri ke pohon dan akan memanjatnya hingga ke atas untuk berkamuflase dengan tetap bersembunyi sampai situasi aman.

Habitat

Soa payung secara di alam liar dapat ditemukan di wilayah papua nugini bagian selatan, Kimberley wilayah Australia bagian barat dan juga Australia bagian utara. Ia terutama sering mendiami wilayah padang savana, tetapi kadang ditemukan juga di hutan tropis bersuhu panas dimana disana terdapat semak belukar.

Reptil ini menyukai habitat yang bersuhu 29-32ºC pada siang hari dan pada malam hari 22-24ºC. Pada siang hari, ia memiliki kebiasaan untuk berjemur agar suhu badannya tetap hangat. Kelembapan udara yang disukainya sekitar 55-65%, jika kelembapan udara di habitatnya melebihi 75%, soa payung akan kesulitan untuk bernafas.

Jenis Makanan

Reptil ini biasa memburu beberapa hewan arthropoda kecil, termasuk larva serangga (ulat), tonggeret, semut, rayap, laba-laba, juga beberapa hewan vertebrata yang berukuran kecil. Terkadang, ia juga memakan buah, kacang-kacangan dan dedaunan. Kebanyakan kadal, termasuk soa payung aktif selama musim kemarau (April – Agustus).

Cara Berkembang Biak

Soa payung berkembang biak pada saat musim penghujan, dari September-Oktober dengan cara bertelur. Untuk mendapatkan pasangan, jantan dewasa akan saling menunjukkan jumbainya. Setelah itu mereka akan saling berkelahi untuk menunjukkan siapa yang paling berani. Setelah ada pemenang, barulah pejantan juara itu akan berkembang biak dengan si betina.

Dalam satu kali bertelur, induk betina dapat menghasilkan sekitar 8-23 butir telur yang dieraminya hingga pertengahan musim penghujan, yakni dari November hingga Februari. Telur reptil ini memiliki tekstur yang sangat lembut, sehingga seperti tanpa cangkang.

Walaupun jumlah telur yang dihasilkannya cukup banyak, akan tetapi sangat sedikit yang bisa berkembang menjadi reptil dewasa. Hal itu dikarenakan banyak predator yang mengincar mereka, khususnya ketika baru lahir. Sedikitnya anakan reptil yang bisa berkembang menjadi dewasa membuat populasi soa payung terus berkurang dari tahun ke tahunnya.

Baca Juga : https://www.botanicayoruba7.com/panduan-lengkap-cara-budidaya-labi-labi-bagi-pemula-agar-sukses/

Explore More

Fakta Reptil Ajaib Dari Indonesia

reptile purba
Juni 9, 2023 0 Comments 1 tag

Kadal terbesar dan tertinggi di dunia, Komodo memiliki nama latin Varanus komodoenesis. Komodo adalah reptil purba asli Indonesia. Reptil besar ini masuk ke dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia pada

7 Fakta Menarik Bearded Dragon, Hewan Eksotis yang Bisa Ganti Kelamin

bearded dragon
Mei 21, 2023 0 Comments 1 tag

Contents1 1. Bearded dragon suka memanjat pohon2 2. Ternyata, hewan ini dapat berganti jenis kelamin, lho!3 3. Mereka merupakan salah satu hewan peliharaan yang cukup populer4 4. Bearded dragon dapat

Veiled Chameleon, Bunglon Berkerudung dari Jazirah Arab

Veiled0 chameleon
Mei 19, 2023 0 Comments 1 tag

Contents1 Morfologi dan Ciri-Ciri Veiled Chameleon2 Habitat dan Distribusi Veiled Chameleon3 Pola Hidup dan Kebiasaan Veiled Chameleon Veiled chameleon atau bunglon berkerudung adalah salah satu spesies kadal veiled chameleon yang berasal dari